teori psikoanalisis

Standar

TERAPI PSIKOANALISIS

(FREUD)

 

 

Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi.

Terapi psikoanalisis sendiri lebih banyak menggunakan metode di mana klien mengungkapkan materi yang berada dalam alam bawah sadar yang bisa ditangani. Fokusnya terutama pada pengalaman di masa kanak-kanak yang dibahas, direkonstruksi, diinterpretasi dan dianalisis. Terapi psikoanalisis dapat berjalan dengan baik bila terapis dapat menjalin hubungan yang transferens dengan klien. Yang dimaksud dengan hubungan yang transferens adalah hubungan di mana klien dapat menyampaikan mengenai perasan dan khayalannya, baik itu yang positif maupun negatif. Dalam proses transferensi klien menjalin kelekatan dengan terapisnya.

Terapis memiliki kepedulian untuk membantu klien mendapatkan kesadaran diri, kejujuran, hubungan antar pribadi yang efektif, menangani kecemasan dengan cara yang realistic, dan mengontrol perilaku yang implusif dan irasional. Sasaran terapi ini adalah untuk menjadikan klien yang tadinya tidak sadar menjadi sadar dan memperkokoh ego sehingga perilaku lebih didasarkan pada hal yang nyata.

Untuk menjalani terapi ini harus ada kemauan dari klien untuk datang pada terapis karena terapi ini membutuhkan proses yang intensif dan berjangka panjang. Pada beberapa sesi pertemuan awal klien akan melakukan proses tatap muka dengan terapis, baru pada sesi berikutnya klien akan diminta untuk berasosiasi bebas. Klien mengungkapkan apapun yang berada dalam benaknya sambil berbaring di dipan membelakangi terapis. Cara ini cukup efektif agar klien dapat mengungkapkan secara terbuka karena klien tidak dapat melihat reaksi terhadap pernyataannya yang tergambar di wajah terapis. Terapi berjalan dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun. Berubah atau tidaknya perilaku klien lebih banyak tergantung pada kesiapan mereka untuk berubah daripada kecermatan analisis terapis.

 

Sumbangan utama psikoanalisis :

  1. kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia
  2. tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar
  3. perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa dewasa
  4. teori psikpanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara yg di use oleh individu dalam mengatasi kecemasan
  5. terapi psikoanalisis telah memberikan cara2 mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi2

 

Konsep2 utama terapi psikoanalisis:

  1. struktur kepribadian
  • id
  • ego
  • super ego
  1. pandangan ttg sifat manusia
  • pandangan freud ttg sifat manusia pd dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik
  1. kesadaran & ketidaksadaran
  • konsep ketaksadaran
    • mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2  konflik
    • salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal
    • sugesti pascahipnotik
    • bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
    • bahan2 yg berasal dari teknik proyektif
  1. Kecemasan
  • Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu

Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya

 

  • 3 macam kecemasan
    • Kecemasan realistis
    • Kecemasan neurotic
    • Kecemasan moral

Terdapat enam teknik dasar yang digunakan dalam terapi psikoanalisis, yaitu:

1. Tetap berada pada kerangka analitik

Terapis berusaha agar tetap konsisten dalam pola terapi, baik itu tempat maupun waktu terapi.

2. Asosiasi Bebas

Klien mengungkapkan apaun yang ada di benaknya tanpa ada sensor. Asosiasi bebas merupakan  dari peralatan dasar sebagai pembuka pintu ke keinginan, khayalan, konflik, serta motivasi yangtidak disadari.

3. Interpretasi

Interpretasi terdiri daari apa yang oleh penganalisis dinyatakan, diterangkan, dan bahkan diajarkan pada klien arti yang dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, penentangan, dan hubungan terapi itu sendiri.

4. Analisis Mimpi

Pada saat tertidur mekanisme pertahanan akan kendor dan perasaan yang terkekang akan naik ke permukaan. Mimpi mengandung ini dua tingkat, yaitu isi laten dan isi manifest.

5. Analisis dan Interpretasi pada Sifat Menentang

Interpretasi trapis terhadap sikap menentang ditujukan untuk memberikan pertolongan pada klien sehingga dapat menyadari alasan-alasan mengapa sampai ada sikap menentang.

6. Analisis dan Interpretasi pada Transferensi

Pengaruh hubungan terdahulu dikurangi akibatnya dengan aksi-aksi penanganan konflik emosi yang sejenis dengan kegiatan terapi dangan terapi psikoanalisis.

 

Terapi dengan pendekatan psikoanalisis memungkinkan terapis untuk mendapatkan kerangka konseptual untuk melihat perilaku dan memahami asal dan fungsi dari simtom yang muncul. Psikoanalisis merupakan konsep dan teknik yang lebih kuat dalam memahami perilaku manusia. Namun disayangkan bahwa terapi ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga tidak menjangkau kalangan menengah ke bawah dan tidak dapat memberi penangan masalah secara factual yang urgent.

Tujuan terapi Psikoanalisis

  • Membentuk kembali struktur karakter individu dg jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien
  • Focus pd uapaya mengalami kembali pengalaman masa anak2

 

Fungsi & peran Terapis

  • Terapis / analis membiarkan dirinya anonym serta hny berbagi sedikit perasaan & pengalaman shg klien memproyeksikan dirinya kepada teapis / analis
  • Peran terapis
    • Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hub personal dlm menangani kecemasan secara realistis
    • Membangun hub kerja dg klien, dg byk mendengar & menafsirkan
    • Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan2 klien
    • Mendengarkan kesenjangan2 & pertentangan2 pd cerita klien

 

Pengalaman klien dlm terapi

  • Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif & berjangka panjang
  • Mengembangkan hub dg analis / terapis
  • Mengalami krisis treatment
  • Memperoleh pemahamn atas masa lampau klien yg tak disadari
  • Mengembangkan resistensi2 untuk belajar lbh byk ttg diri sendiri
  • Mengembangkan suatu hub transferensi yg tersingkap
  • Memperdalam terapi
  • Menangani resistensi2 & masalah yg terungkap
  • Mengakhiri terapi

 

Hub terapis & klien

  • Hub dikonseptualkan dalam proses tranferensi yg menjadi inti Terapi Psikoanalisis
  • Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pd terapis “ urusan yg belum selesai” yg terdapat dalam hub klien dimasa lalu dg org yg berpengaruh
  • Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik2 seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci
  • Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan & dendamnya
  • Jika analis mengembangkan pandangan yg tidak selaras yg berasal dari konflik2 sendiri, mk akan terjadi kontra transferensi
    • Bentuk kontratransferensi

perasaan tdk suka / keterikatan & keterlibatan yg berlebihan

  • Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapi

 

Teknik dasar Terapi Psikoanalisis

  1. Asosiasi bebas

adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman2 masa lalu & pelepasan emosi2 yg berkaitan dg situasi2 traumatik di masa lalu

  1. Penafsiran

Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi2 bebas, mimpi2, resistensi2 dan transferensi

* bentuk nya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna2 t.l

  1. Analisis Mimpi

Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan2 yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan

  1. Analisis dan Penafsiran Resistensi

Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan2 yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya

  1. Analisis & Penafsiran Transferensi

Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi

 

  1. (Inggris) Suryabrata, S. (2000). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  2.  (Inggris) Bertens, K. (2006). Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  3.  Moore dan Fine. (1968). a Glossary of Psychoanalytic Terms and Concepts. halaman 78
  4.  Correy, Gerald. 1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Edisi ke 4. Diterjemahkan oleh : Drs. Mulyarto. Semarang : IKIP Semarang Press.
  5. Corey Gerald. 2005. Theory and Practice of Counseling and Psychoterapy. Thompson learning: USA.
  6. 6.      http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoanalisis

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s