Standar

MUSIM PANCAROBA

 

Hujan deras, angin kencang dan petir menyambar di sebagian besar Jakarta.

Contohny ,Pada Rabu kemarin, hujan deras dan angin melanda sebagian wilayah

Jakarta. Genangan air tercipta sesaat setelah hujan mengguyur. Sejumlah pohon pun

bertumbangan. Misalnya saja, pohon di Jalan Raden Patah, Jakarta Selatan, roboh dan

menimpa 14 mobil. Selain itu, di kawasan Jalan Pakubowono sebanyak dua pohon

roboh, di Jalan Trunojoyo sebanyak 4 pohon, Jalan Pattimura sebanyak 4 pohon, Jalan

Gunawarman sebanyak 4 pohon, Ciragil sebanyak 4 pohon, dan Senopati 1 pohon,

Sehingga menyebabkan mobil-mobil menjadi ringsek tertimpah pohon. Namun, Badan

Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menilai fenomena tersebut masih nomal

untuk ukuran pancaroba. BMKG memprediksi, gejala alam tersebut akan berlanjut

hingga akhir Mei.Kalau hal itu normal, saat di musim pancaroba. Hujan lebat, diselingi

petir  juga seperti itu, angin relatif seperti itu. Salah satu tanda musim pancaroba ya

begitu. Masyarakat bilangnya cuaca ekstrim, ini nggak normal, ada climate change dan

Sebagainya. Lalu, lihatlah ke langit. Bila Anda melihat pertumbuhan dan pembentukan

awan yang putih bergumpal seperti bunga kol dengan awan bawah berwarna abu-abu

yang berangsur menjadi gelap, maka ada potensi hujan lebat disertai angin kencang

dan petir pada siang dan malam.Awan penyebab hujan (cumulus nimbus) yang

terbentuk semakin besar dan padat awal, maka hujannya pun lebat dan agak lama. Ini

memungkinkan hujan berupa partikel  es, karena tidak habis tergesek diudara. Kalau di

Indonesia, besarannya sebutir kelerang kecil

 

 

 

 

 

Jadi yang perlu diketahui masyarakat, itu bulan Maret, April, Mei, secara umum

wilayah Indonesia merupakan masa transisi peralihan, kalau kita menyebut musim

pancaroba dari penghujan ke musim kemarau. Biasanya ditandai dengan fenomena

yang cukup signifikan yaitu hujan lebat angin kencang disertai petir.Terkait dengan

hujan es yang dialami sebagain warga jakarta,  fenomena cuaca tersebut masih lumrah.

Masa pancaroba mendorong awan terbentuk sangat padat dan berlangsung cepat ,

hasil butiran es yang seharusnya mencair menjadi air hujan tetap berbentuk butiran

saat tiba di bumi.

Jadi bukan es seperti butiran salju dalam negara 4 musim. Jangan disamakan karena

awan salju tidak pernah mungkin ada di Indonesia kecuali di puncak Jayawijaya,

Masa pancaroba,diperkirakan secara umum berlangsung hingga dua bulan ke depan

yakni sampai Mei. Meski begitu, daerah di Indonesia yang satu dengan yang lain

berbeda-beda.

Tidak pasti semua pancarobanya hingga Mei. Tergantung lokasi dan kondisinya

http://m.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s