Standar

GERHANA BULAN

 

 

Bulan sangat mempengaruhi bumi, saat posisi bulan berada dekat ke bumi,

maka grafitasi akan turun, akibatnya akan terjadi badai, gelombang pasang, hujan, juga

aktivitas gunung merapi. Namun kita tidak tahu terjadinya di mana, yang penting kita

harus hati-hati. jika bencana itu akan terjadi, biasanya dalam hitungan 3 hari sebelum

dan sesudah tanggal 19 tersebut. ”Berdasarkan riset dari mitos yang didapat 77 persen

bencana terjadi pada saat gerhana bulan atau bulan purnama,Sementara Kepala

Bagian Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Padang, Syafrizal membantah kalau supermoon dapat memicu bencana.

Menurutnya, supermoon hanya dapat memicu terjadinya pasang naik, karena

grafitasi atau daya tarik bulan lebih kuat ke bumi.

 

Dia menjelaskan supermoon adalah kejadian di mana posisi bulan sangat dekat

ke bumi. Dan, yang terjadi tahun ini adalah yang paling dekat dalam kurun waktu 18

tahun terakhir. ”Supermoon tidak ada hubungannya dengan gempa, karena gempa

terjadi di dasar bumi, sedangkan supermoon di atas atmosfer, Selain itu,

 

Sabtu (19/3) mendatang,bulan berada pada jarak paling dekat dengan bumi.

Astronom menyederhanakan fenomena itu dengan istilah “lunar perigee” atau yang

lebih tenar dengan “Supermoon”. Supermoon mendatang dipastikan sebagai jarak

terdekat bulan dengan bumi selama 19 tahun terakhir. jaraknya Sekitar

221.567 mil atau 356.577 kilometer dari bumi. Jarak yang sangat dekat, bila urusannya

menyangkut posisi bulan dan bumi.Lepas dari kedekatan bumi dan bulan, ada satu

perdebatan di balik fenomena Supermoon.Selama lima dekade terakhir,ada beberapa

lunar perigee yang terus diingat. Dari beberapa kali Supermoon, fenomena yang terjadi

Desember 1974 dan Januari 2005 mendapat perhatian khusus. Sebelum dan setelah

dua supermoon terjadi, beberapa kawasan dunia diguncang bencana alam. Malam

Natal 1974, kota negara bagian Darwin, Australia diterjang topan Tracy. Topan dengan

kecepatan maksimal 240 kilometer per jam itu mulai terbentuk 21 Desember,

menerjang hebat pada malam Natal,tiga hari kemudian dan menghilang 26 Desember

1974. Berikutnya adalah peristiwa tsunami Aceh, Desember 2004. Dua pekan

kemudian— atau awal Januari 2005—bumi dihampiri Supermoon.

Para ilmuwan hanya menyatakan tidak punya bukti bahwa Supermoon bisa memicu

bencana alam.Kalaupun kehadiran Supermoon memberi efek terhadap bumi,itu

hanyalah air pasang yang lebih tinggi atau air surut yang lebih rendah dari biasanya.

Begitu kata ilmuwan. Sementara itu.
Demikian juga yang ingin dikedepankan astronom asal Amerika Serikat (AS),

Richard Nolle.Kenyataan yang tengah dihadapi, menurut

Nolle, Supermoon “sedang dalam perjalanan” mendekati bumi. “Supermoon, kalau mau

dilihat lebih dalam,memiliki asosiasi historis dengan terjadinya angin kencang,

gelombang tinggi,serta gempa bumi,”kata Nolle kepada ABC Radio,beberapa hari lalu.

Analisis Nolle kemudian dibantah beberapa kelompok ilmuwan yang berbeda kubu.

Seperti jawaban Pete Wheeler dari Pusat Internasional Radio Astronomi yang terkutip

dalam http://www.news.com.au.“Tidak akan ada gempa bumi atau erupsi gunung api,kecuali

memang sudah seharusnya terjadi. Begitu pula yang disampaikan astronom

dari LaboratoriumAstronomiAustralia, Simon O’Toole.“Saya bisa saja mengatakan

bahwa peluang terjadinya bencana alam terkait Supermoon sama besarnya dengan isu

bahwa kiamat akan terjadi 21 Desember tahun depan. Jadi, pada dasarnya,

(kemungkinan terjadinya bencana alam terkait Supermoon) adalah nol,”tegasnya.

Sementara bagi Nolle, Supermoon bagai fenomena gerhana.“ Kita dikunjungi 5 sampai

6 gerhana dalam setahun. Itu (gerhana) bisa berada sangat dekat dengan bumi.

Namun, kita tidak perlu memiliki satu (fenomena gerhana) pada kedekatan maksimal

untuk mencari tahu efek yang teramat khusus,”paparnya. Perdebatan tentang

Supermoon dan pengaruhnya terhadap kondisi iklim terus timbultenggelam. Hingga

sampai pada hari ini,ketika gempa bumi disusul tsunami memorak-porandakan

Jepang.Perdebatan itu boleh jadi akan berembus kian kencang. Bagaimana tidak,

rasanya baru beberapa hari lalu media massa asing giat mengulas Supermoon pada

Desember 1974 dan Januari 2005. Dan kutipan pernyataan ilmuwan jelas-jelas

mengarah pada jawaban negatif, yakni bahwa “tidak, Supermoon tidak memicu

terjadinya bencana alam”.

 

Sumber:http://google search”gerhana bulan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s