puisi

Standar

PUISI

Bulan Berkabut di Bawah Keterpurukan

Sepasang kaki menyusuri  jalan berkerikil yang sepi

Sesepi hatiku yang luka

Langkah-langkahku resah

Di langit,

Di balik ranting kering

Bulan ikut termaram

Gugusan kabut mengepung wajahku

Garis-garis kegetiran

Menebal di kening dan pipiku

Menorehkan selaksa kegelisahan

Di bawah sinar bulan,

Yang menggigil pucat di balik dedaunan kering

Sayup-sayup lagu duka jangkrik

Menyapu separuh kehidupanku

Semakin kuat ku dekap dada

Menahan perih yang luar biasa

Aku terpuruk dalam ruang kehampaan

Aku terkapar di pulau kesunyian

Aku kehilangan arah,

Dan terdampar dalam sumur tanpa dasar

 

BY : RANI AQMARINA SARIFELA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s